Satu Agen Poker Online Ditangkap di Batam

Satu Agen Poker Online Ditangkap di Batam

Satu Agen Poker Online Ditangkap di Batam
Satu Agen Poker Online Ditangkap di Batam

Satreskrim (Satuan Reserse Kriminal) Polresta Barelang baru saja berhasil membongkar jaringan judi poker online kemarin (Minggu, 5 / 1 / 2020) sore di daerah pemukiman elit, Batam Center, Batam.

Dari penangkapan yang dilakukan polisi tersebut, polisi mengamankan 2 orang tersangka berinisial EL yang berumur 28 tahun dan FW dengan usia 23 tahun. EL sendiri merupakan agen poker online, sementara seorang lagi yakni FW adalah seorang pemain.

Dari tangan tersangka EL sebagai agen poker online polisi pun mengamankan sejumnlah barang bukti, yaitu uang tunai sebesar 6,3 juta Rupiah, 4 buku tabungan, serta mesin token poker.

Kombes Pol Prasetyo Rachmat Purboyo yang menjabat sebagai Kapolresta Barelang menjelaskan kalau jaringan agen poker online ini rata-rata bisa meraup omset sampai dengan 1 milyar Rupiah per bulannya.

Modus operandinya adalah setiap pemain mempunyai nomor identifikasi pribadi atau user id dan memasang taruhan di agen poker online.

“Yang kita baru amankan ini cuma setingkat kaki saja, belum kepala. Kita masih akan mengembangkan kasus ini tentunya”, jelas Prasetyo.

Prasetyo juga menjelaskan kalau server judi poker online yang disediakan tersangka agen poker online itu diantaranya adalah judi bola online, poker online dan juga sie jie.

Sementara buku tabungan yang dimiliki EL memperlihatkan bahwa dirinya acapkali melangsungkan transaksi sebesar ratusan juta Rupiah per transaksi.

“Pokoknya kalau ditotal-total jumlah uang di rekening tersangka EL mencapai 1 Milyar. Kami sedang menelusuri jejak transfer uang dari rekening buku tabungan tersebut”, lanjut Prasetyo lagi.

Prasetyo pun dengan tegas menyatakan kalau dirinya pasti mengungkap semua bandar agen poker online dan juga para pemain yang terlibat di industri judi online tersebut.

“Dari penangkapan ini, kami sudah melisting sejumlah orang yang dimasukkan kedalam DPO (Daftar Pencarian Orang). Ada kecurigaan kalau agen poker online itu mengarah kepada tindakan pidana money laundring (cuci uang)”, tegasnya.

Dari pengakuan EL si agen poker online sendiri, semua aktivitas perjudian online tersebut sudah berjalan selama 2 tahun belakangan. Tugas EL sendiri adalah membuat user id para pemain judi poker online, sekaligus mendata rekap taruhan para pemain.

Atas aksinya itu, si agen poker online dijerat dengan pasal 303 ayat 1 KUHP, dimana ancamannya adalah hukuman penjara maksimal 10 tahun. Sementara para pemainya terjerat dengan pasal 303 BIS KUHP yang ancamannya adalah kurungan penjara maksimal 4 tahun.